Kalung Mutiara Putih
Seorang
gadis kecil berusia tujuh tahun berambut ikal terlihat ceria hari itu.
Menunggu dengan ibunya di pintu keluar, sang gadis imut ini melihat
sebuah kalung mutiara putih berkilau di kotak foil merah muda.
"Oh
mama, kumohon, mama, bisakah aku memilikinya? Ya, mama, kumohon?" Sang
Ibu pun langsung bergegas memeriksa bagian belakang kotak foil kecil itu
dan melihat kembali ke dalam mata biru wajah gadis kecilnya itu.
"Satu
dolar sembilan puluh lima. Itu hampir $ 2.00, lho. Jika kamu
benar-benar menginginkannya, mama akan memikirkan beberapa pekerjaan
ekstra untuk kamu sehingga dalam waktu singkat kamu bisa menyimpan cukup
uang untuk membelinya sendiri. Ulangtahun kamu tinggal seminggu lagi
dan kamu mungkin bisa mendapatkan tambahan uang dari Nenek."
Tidak
lama tiba di rumah, sang gadis kecil ini pun langsung pergi ke kamar
dan mencari celengan yang ada di atas lemarinya. Ia pun langsung
memecahkannya dan menghitung setiap uang yang ada di dalamnya. Setelah
dikumpulkan, ia mendapati uang yang ada di tangannya hanyalah 17 sen
jumlahnya.
Makan
malam tiba. Dengan langkah sigap, gadis kecil ini mulai melakukan lebih
dari pekerjaan yang menjadi bagiannya. Hal ini terus ia lakukan selama
seminggu penuh. Uang dua dollar pun akhirnya ia dapat kumpulkan dan pada
saat ulang tahun ia pun sudah bisa membeli kalung mutiara putih.
Gadis
kecil ini menyukai kalung mutiara putihnya. Kalung itu membuat sang
gadis kecil merasa cantik dan dewasa. Ia pun memakai kalung ini di
mana-mana. Satu-satunya ia melepaskan barang kesayangannya tersebut
adalah ketika dia pergi berenang atau mandi busa. Pasalnya mama gadis
kecil pernah berkata jika kalung mutiara putih itu kena air, kalung itu
bisa membuat jiplakan warna hijau di kulitnya.
Suatu
kali, ayah sang gadis kecil ini memanggilnya sebelum ia beranjak tidur.
"Putriku, apakah kamu mengasihiku?" "Oh, tentu ayah. Ayah tahu bahwa
aku mengasihi ayah."
"Kalau
begitu, berikan kalung mutiaramu itu pada ayah." "Oh, jangan kalung
mutiaraku ayah. Tapi ayah bisa memiliki barang-barang yang lain yang aku
miliki kok. Ingatkah ayah dengan kuda putih koleksiku yang paling aku
sayangi? Ayah bisa memilikinya." "Oh, tidak apa-apa, Sayang. Lupakanlah.
Ayah mengasihi kamu, selamat malam," ucap sang ayah sambil mencium pipi
sang gadis cilik.
Sekitar
seminggu kemudian, selepas mendongeng, sang ayah bertanya lagi,
"Putriku, apakah kamu mengasihiku?" "Ayah, kau tahu aku mengasihimu."
"Kalau begitu beri aku kalung mutiaramu." "Oh, ayah, jangan kalung
mutiaraku. Tapi ayah bisa kok memiliki semua boneka yang aku dapat dari
hadiah ulang tahunku kemarin." "Oh tidak usah, nak. Tidak apa-apa.
Tidurlah yang nyenyak. Tuhan memberkatimu. Satu lagi, Ayah juga
mengasihimu." ucap sang ayah sambil mencium pipi sang gadis cilik.
Beberapa
malam kemudian, ketika ayahnya datang, gadis kecil ini duduk bersila di
tempat tidurnya. Saat dia mendekat, dia melihat dagu gemetar dan air
mata bergulir di pipinya. "Apa itu, putriku? Ada apa?" Gadis kecil ini
tidak mengatakan apa-apa, tetapi mengangkat tangan kecilnya pada
ayahnya. Dan ketika ia membukanya, ada kalung mutiara kecilnya. Dengan
sedikit gemetar, dia akhirnya berkata, "Ini, ayah , ini untukmu."
Dengan
penuh air mata, ayah gadis kecil ini menerima kalung mutiara putih
seharga dua dollar, dan dengan tangan yang lainnya ia pun merogoh
sakunya dan mengeluarkan sebuah kotak kecil berwarna biru. Ia pun
menyerahkan kotak kecil tersebut kepada gadis kecilnya.
Sambil
tersedu-sedu, sang gadis kecil ini membuka kotak berwarna biru
tersebut. Matanya pun terbelalak karena di dalamnya terdapat sebuah
kalung permata asli yang begitu indah. Ternyata selama ini sang ayah
telah menyimpan benda yang sangat mahal harganya itu. Namun, ia menunggu
gadis kecil ini menyerahkan kalung permata berwarna putih seharga dua
dollar kepadanya sehingga ia dapat memberinya harta yang asli.
Itulah
yang dilakukan Bapa Surgawi kita. Dia menunggu kita untuk menyerahkan
hal-hal murah dalam hidup kita sehingga ia dapat memberi kita harta yang
indah. Bukankah Allah baik? Apakah hari-hari ini Anda masih berpegang
pada hal-hal yang sebenarnya Allah ingin Anda lepaskan? Apa itu hubungan
percintaan, kebiasaan atau kegiatan yang begitu melekat dan sepertinya
tidak mungkin untuk dilepaskan? Kadang-kadang sangat sulit untuk melihat
apa yang ada di sisi lain tapi percaya satu hal ini .... Tuhan tidak
akan pernah mengambil sesuatu tanpa memberikan sesuatu yang lebih baik
di tempatnya.
dari : http://www.jawaban.com





0 komentar:
Posting Komentar